Destinasi Wisata di Air Terjun Pancur Aji

Destinasi Wisata di Air Terjun Pancur Aji

Pancur Aji adalah sebuah obyek daya tarik wisata kebanggan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pancur Aji adalah sebuah kawasan perbukitan yang terletak di pinggiran teluk Sungai Kapuas di bagian hilir / pesisir barat Kota Sanggau, kawasan ini diapit oleh dua buah anak sungai yakni Sungai Monga di bagian hilir dan Sungai Mawang di bagian hulu, kedua sungai ini bermuara ke Sungai Kapuas. Wisata ini terletak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat.

Pancur Aji menawarkan sebuah pemandangan air terjun yang masih alami, khas air pegunungan yang dingin dengan udara yang masih segar karena jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan jauh dari polusi. Dinginnya air pegunungan, gemercik air dan suara alam kental dan suasana yang masih alami bisa anda rasakan di sini. Flora dan fauna di kawasan ini masih terjaga dengan baik. Flora di kawan Pancur Aji masih sangat terjaga ini terbukti anda akan dengan mudah menemukan pohon tengkawang disini yang merupakan tumbuhan sudah dalam kategori langka dan sulit di temukan lagi, untuk Fauna di Pancur Aji anda bisa melihat seperti rusa, orang-utan dan berbagai jenis satwa liar yang dikandangkan dengan baik.

Ketinggian tiga air terjun di kawasan ini hanya sekitar empat sampai lima meter. Namun derasnya air dari masing-masing ketinggiannya memberikan sensasi seakan menikmati indahnya air terjun Niagara, air terjun besar di sungai Niagara, Kanada. Konon ceritanya lokasi ini merupakan persembunyian Bujang Melaka membentengi diri dari kejaran musuh. Karena strategisnya kawasan Pancur Aji ini, dimana disamping posisinya pada ujung kota dengan bukit dinding batu yang cukup terjal dan ditopang pula oleh Sungai Kapuas yang menyempit serta dengan kondisi airnya yang berputar-putar sehingga agak menghambat majunya kendaraan angkutan air yang memudiki Sungai Kapuas, maka kawasan ini dijadikan benteng Kerajaan Sanggau pada zaman dulu.

Pada bagian atas bukit Pancur Aji ini sempat ditemukan sisa-sisa Benteng Pancur Aji, terbentang pada dataran bukit dalam bentuk galian tanah berukuran 10×10 m dengan kedalaman 1 m dan berdindigkan kayu belian mengitari benteng tersebut. Di bagian belakang benteng tersebut terdapat pula galian yang berukuran 4×4 m, diperkirakan sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan konon katanya dari pusat benteng tersebut dibentangkan rantai besi hingga menyebrangi Sungai Kapuas yang dibenamkan ke dalam sungai dan sewaktu-waktu dapat ditarik muncul ke permukaan sungai dimaksudkan untuk menghambat perjalanan maju kendaraan angkutun air manakala ada musuh yang akan menyerang kota. Selain itu konon terdapat sebuah meriam yang dipasang dibenteng tersebut dan diberi nama Bujang Malaka.