Destinasi Wisata di Air Terjun Tirta Rimba

Destinasi Wisata di Air Terjun Tirta Rimba

Air Terjun yang merupakan aliran Sungai Kokalukuna ini mempunyai tinggi hanya sekitar 6 meter dengan lebar aliran sungai sepanjang kurang lebih 5 meter. Airnya mengalir dari atas melalui sebuah batu-batu besar menuju kolam yang telah dibentuk dengan ukuran sekitar 10×7 meter lengkap dengan papan tempat meluncur layaknya kolam renang.

Dan airnya sangat jernih karena memang tempat ini adalah salah satu daerah konservasi dan pengawasan secara langsung dari pihak Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Tempat ini menjadi favorit terutama bagi anak-anak dan biasanya dikunjungi pada hari libur, sehingga bila berkunjung pada hari kerja suasana sepi dan damai akan kita dapatkan disana karena hanya terdapat beberapa pengunjung saja.

Cara terbaik untuk menikmati Air Terjun Tirta Rimba ini adalah dengan berdiri di bawah aliran air dekat batu-batu besar, karena airnya tidak terlalu deras sehingga cukup nyaman untuk berdiri di bawahnya. Beberapa meter dari air terjun ini telah dibangun saluran khusus yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mirip aliran sungai alami yang berundak-undak dan ketika musim hujan tiba, seluruh aliran tersebut tertutupi air sehingga musim hujan terkadang menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi Air Terjun Tirta Rimba.

Air Terjun Tirta Rimba ini berada dalam kawasan hutan lindung merupakan daya tarik tersendiri pada kawasan wisata alam yang cukup natural ini. Di tempat ini pengunjung dapat berenang sambil mendengarkan suara burung-burung dan deru angin di sela pepohonan juga suara air terjun.

Tidak hanya itu, rongga batu besar yang ada pada air terjun ini, biasanya juga tak luput dari serbuan para pengunjung untuk dijadikan sebagai objek foto-foto mereka. Karena eksotisme alamnya sangat luar biasa, maka untuk melengkapi wisata air disini, pengunjung dapat melakukan kegiatan lain seperti; jelajah sungai dan jelajah hutan di areal air terjun ini.

Pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp.2.000 dan bahkan pada saat di luar musim liburan pengunjung tidak dikenakan tarif sepeser pun. “Biasanya hanya hari libur saja ada yang jaga dan mengutip (memungut uang retribusi), itu pun tidak tentu kadang dari Dispenda, kadang dari Kehutanan, kadang dari instansi lainnya”, tutur salah satu warga yang sering berkunjung ke sana.

Namum sayang, karena kendati wisata air terjun ini menjadi salah satu tempat wisata paling populer disana. Tapi kekurangannya karena tidak ada warung makan ditempat ini. Hanya terkadang penjual musim-musiman. Nah, sekedar saran untuk Anda yang berencana berkunjung ditempat ini, ada baiknya Anda membawa bekal sendiri.