Destinasi Wisata di Bukit Pasir Busung

Destinasi Wisata di Bukit Pasir Busung

Bukit Pasir Bintan ini memang tidak tercipta secara alami, namun dulunya merupakan tempat penambangan pasir yang cukup produktif. Bahkan, pasir hasil tambang juga diekspor hingga ke mancanegara. Entah mengapa, beberapa tahun belakangan ini kegiatan penambangan telah dihentikan dan tempat ini dibiarkan begitu saja.

Berselang beberapa waktu, terciptalah gundukan-gundukan pasir yang menjadi fenomena tersendiri serta mengundang banyak orang yang tengah melewati Jalan Tanjung Pinang-Bintan. Lokasinya yang berada di tempat terbuka, menjadikan siapa saja bisa melihat gurun pasir ini. Seperti biasa, tempat yang semula biasa ini bisa jadi luar biasa ketika fotonya bermunculan di Instagram. Peran media sosial bisa membantu untuk membuat tempat tersebut jadi hits dikalangan anak muda pecinta traveling sehingga mendatangkan banyak pengunjung.

Dari kejauhan bukit pasir ini terlihat seperti gundukan bukit pasir halus. Namun, bila lebih mendekat ternyata, butiran pasir di bukit ini lumayan kasar dan berwarna agak kekuningan. Warna bukit pasir ini pun akan semakin indah, jika disinari matahari. Ketika musim hujan tiba, tekstur pasir yang ada dibukit ini cenderung lebih lunak. Bahkan terkadang, pasir-pasir akan menempel di alas kaki wisatawan. Maka sangat disarankan bagi wisatawan yang ingin berkunjung, datanglah ketika musim kemarau.

Bukit Pasir Bintan ini merupakan area yang sangat luas, Anda bisa dengan leluasa menikmati pemandangan serta menelusuri tiap jengkal keindahan bukit. Selain itu, Anda juga bisa naik turun bukit. Butiran pasirnya yang cukup kasar, membuat Anda bisa dengan mudah menaiki bukit tanpa takut terpeleset. Anda bisa duduk santai diatas bukit-bukit kecil, serta merasakan sensasi berada di tengah padang pasir nan luas. Angin sepoi-sepoi pun senantiasa akan menemani Anda selama berada di tempat wisata ini.

Disaat senja tiba, pesona yang ditawarkan Bukit Pasir Busung ini seolah semakin memancarkan keindahannya. Fenomena bukit-bukit kecil nan unik, seakan menjadi sempurna dengan keindahan matahari tenggelam yang secara perlahan bak ditelan bumi. Bukit Pasir Busung dikelilingi oleh pepohonan dan semak yang tidak begitu tinggi. Juga tampak tumbuh rerumputan seperti ilalang-ilalang kering.

Sebaiknya datang pada saat pagi atau sore karena pada waktu siang akan terasa panas di Bukit Pasir. Apalagi sulit menemukan warung yang berjualan makanan dan minuman di sekitar daerah itu bila merasa lapar atau haus di siang terik. Untuk berkunjung ke Bukit Pasir Desa Busung datanglah menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada transportasi umum untuk ke sini. Lokasinya tidak sulit karena berada persis dipinggir jalan. Kalau dari kota Tanjungpinang kurang lebih 47 km atau sekitar 40-60 menit.