Destinasi Wisata di Danau Napabale Sulawesi

Destinasi Wisata di Danau Napabale Sulawesi

Mengunjungi Danau Napabale berarti kamu mengunjungi danau sekaligus pantai. Kenapa? Karena di danau ini terdapat terowongan alam sepanjang 30 meter dan lebar 9 meter yang menghubungkan Danau Napabale dengan pantai di Selat Buton. Air di Danau Napabale disuplai oleh Selat Buton melalui terowongan alam tersebut sehingga menjadikan air di danau ini asin.

Terowongan ini juga digunakan oleh para nelayan sebagai akses untuk melaut dan juga digunakan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Danau Napabale sebagai jalur untuk berkunjung ke pantai di Selat Buton menggunakan perahu pincara. Untuk melewati terowongan alam ini harus diperhatikan pasang surut air lautnya karena ketika air pasang maka terowongan ini akan tertutup oleh air laut dan debit air Danau Napabale juga ikut naik.

Danau Napabale sendiri berjarak 15 km dari Kota Raha tepatnya di Desa Lohia, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara. Kota Raha merupakan ibukota Kabupaten Muna dan Napabale sendiri berarti pelabuhan dan tempat orang mengambil daun pandan muda. Di sekitar danau ini memang banyak terdapat pandan yang tumbuh.

Danau Napabale dikelilingi oleh bukit dan tebing yang tinggi dan terjal dengan berbagai tumbuhan yang hidup di atasnya, menjadikan panorama di danau ini semakin terasa indah dan sejuk. Di danau ini Anda bisa berenang, diving maupun snorkeling menikmati keindahan kehidupan di bawah danau yang berair hijau, jernih dan tenang ini. Terdapat 3 karang besar yang berbentuk seperti cawan di tengah danau ini. Ketiga karang tersebut ditumbuhi oleh tanaman liar dan menjadi lorong yang dihuni oleh jutaan spesies ikan laut di Selat Buton.

Anda bisa menyewa perahu pincara seharga Rp. 50.000/perahu untuk menuju pantai di Selat Buton melalui terowongan alam atau hanya sekedar berkeliling menjelajahi danau. Perahu tersebut disewakan oleh nelayan yang tinggal di sekitar danau dan saat Anda menyewanya maka nelayan pemilik perahu tersebut akan menjadi pengemudi perahu sekaligus pemandu wisata Anda.

Di pantai berpasir putih ini pemandangannya juga tak kalah indah dengan pemandangan di Danau Napabale. Pantai ini juga ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berenang, bermain pasir, berjemur matahari maupun yang hanya menanti sunset. Selain keindahan danau dan tepian pantai, di area yang tidak jauh dari Danau Napabale ada sebuah situs purbakala, yaitu Gua Layang-layang dengan keindahan lukisan-lukisan manusia pada jaman purbakala.

Ada 2 alternatif perjalanan untuk mencapai Objek Wisata Danau Napabale, yaitu menggunakan kapal laut atau pesawat perintis. Jika menggunakan kapal laut, perjalanan di mulai dari Pelabuhan Nusantara yang terdapat di Kendari menuju Pelabuhan Raha di Raha (ibu kota Kabupaten Muna) dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Dari Pelabuhan Raha, Anda dapat melanjutkan perjalanan menggunakan katinting (perahu bermesin) menuju Teluk Muna dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Sementara itu, jika menggunakan pesawat perintis, perjalanan dimulai dari Bandara Walter Monginsidi yang terletak di Kendari menuju Bandara Sugimanuru yang terdapat di Kabupaten Muna, 25 km dari Kota Raha. Setelah sampai di Bandara Sugimanuru, perjalanan di lanjutkan ke Raha menggunakan angkutan umum dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Selanjutnya, dari kota Raha perjalanan dilanjutkan ke Objek Wisata Danau Napabale Muna dengan menggunakan taksi atau objek dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.