Destinasi Wisata di Kampung Kapiten

Menuju Kampung Kapitan yang terletak di Jl KH Azhari kawasan 7 Ulu, Palembang ini begitu mudah aksesnya. Yakni menyusuri jalan di samping Jembatan Ampera yang berada di seberang Plaza Benteng Kuto Besak (BKB). Hanya saja jika menggunakan kendaraan, pelancong tidak bisa langsung memarkir kendaraannya di rumah tua Kapitan. Melainkan harus parkir dekat Restoran Kampung Kapitan dan berjalan kaki menuju rumaah tua Kapitan yang berjarak sekitar 200 meter. Kendaraan bisa parkir di rumah tua Kapitan jika menyusuri Jl KH Azhari.

Pusat Festival Cap Go Meh Dinas Pariwisata Palembang sendiri dilaksanakan di dua rumah tua milik Kapitan. Berbagai lomba digelar dalam festival setiap tahunnya. Mulai dari lomba swafoto, karaoke lagu Mandarin, kuliner, dan berbagai lomba lainnya.

Tahun ini Festival Cap Go Meh Kampung Kapitan digelar sejak Jumat 15-22 Februari. Rata-rata yang berkunjung ke Kampung Kapitan adalah etnis Tionghoa dari dalam maupun luar negeri.

Salah satu keturunan Kapitan Tjoa Ham Lim adalah Mulyadi yang saat ini menjadi juru kunci dua rumah tua yang menjadi pusat pemerintahan Kapitan. Mulyadi sendiri adalah keturunan ke-14 dari Kapitan. Ayahnya bernama Tjoa Ko Liem atau yang biasa disapa A Kohar.

Kapitan Tjoa Ham Lim lahir pada 1850 dan wafat pada 1921. Kapitan adalah jabatan setingkat wali kota yang diberikan pemerintah Belanda kepada orang kepercayaannya. Wilayah pemerintahannya meliputi seluruh kawasan Seberang Ulu. Sebelum diangkat sebagai Kapitan pada 1871, Tjoa Ham Lim menduduki jabatan Letnan pada 1861. “Kapitan ini bukan pangkat Kapten, melainkan jabatan setingkat wali kota,” terang Mulyadi.

Kendati menempatkan orang kepercayaannya sebagai Kapitan, pemerintah Belanda tidak memaksakan masalah agama kepada Kapitan Tjoa Ham Lim. Sang Kapitan tetap memeluk agama Konghucu yang biasa dianut etnis Tionghoa. Ini terlihat dari tersedianya tempat sembahyang di rumah kayu dan rumah batu yang menjadi tempat pusat pemerintahan. Setiap wisatawan yang berkunjung ke rumah Kapitan pasti akan berfoto dengan latar tempat sembahyang.

Pengangkatan Tjoa Ham Liem sebagai Kapitan dilakukan berdasarkan keputusan tertulis pemerintah Belanda yang ditandatangani gubernur jenderal masa itu. Sampai saat ini keputusan pengangkatan Kapitan Tjoa Ham Liem tersebut dipajang di dinding rumah kayu. Foto ukuran besar Kapitan Tjoa Ham Liem juga dipajang di dinding.
Baik rumah kayu maupun rumah batu masing-masing memiliki empat rumah kamar besar dan dua kamar kecil.