Destinasi Wisata di Parit Nenas Kalimantan

Destinasi Wisata di Parit Nenas Kalimantan

Berada di Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sungai Parit Nenas yang dulunya dikenal sebagai sungai atau parit yang kotor karena banyak terdapat tumbuhan gulma dan sampah, saat ini sudah bersih dan terbebas dari gulma dan sampah yang berserakan. Kondisi ini berubah drastis sejak Pemerintah Kota Pontianak menjadikan Parit Nenas sebagai salah satu tempat wisata di kota itu.

Dibukanya Parit Nenas sebagai salah satu destinasi wisata ditandai dengan digelarnya lomba perahu atau oleh warga sekitar menyebutnya dengan nama Kano. Lomba yang diikuti oleh 100 Kano ini digelar oleh Pemerintah Kota Pontianak pada tanggal 27 Agustus 2016 sampai tanggal 28 Agustus 2016 kemarin. Parit selebar 15 meter dengan panjang 4 kilometer ini kondisinya bersih dan indah. Parit ini memiliki kekhasan dan berbeda dari parit lainnya, yakni berada di kawasan terbuka dan cukup lebar. Parit Nenas ini menghubungkan antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan lomba Kano maupun sampan yang menggunakan kayuh untuk menjalankannya, diyakini bisa menjaga sungai atau parit tidak mudah dangkal. Wali Kota Pontianak Sutarmidji menceritakan keadaan Parit Nenas sebelum seperti sekarang ini. Sebelum dibersihkan, terdapat satu dua rumah berdiri persis di pinggir sungai. Penghuni rumah kemudian bersedia pindah dari lokasi tersebut. Parit Nenas harus bebas dari bangunan liar. Itu bertujuan supaya nantinya parit tersebut tidak kumuh.

Dia juga menyebutkan, air di parit akan menjadikan lahan gambut tetap lembab sehingga tidak mudah terbakar ketika musim panas tiba. Kalau pun terjadi kebakaran, persediaan air dalam parit dapat dimanfaatkan untuk memadamkan api. Nantinya Pemerintah Kota Pontianak akan memperbaiki akses menuju lokasi wisata baru di Kota Pontianak ini. Ini untuk memudahkan para wisatawan yang ingin mengunjungi wisata Parit Nenas. Tidak hanya menertibkan bangunan-bangunan liar, Pemerintah Kota Pontianak melalui Wali Kota Sutarmidji juga akan menanami beberapa pohon di pinggiran parit untuk penghijauan disekitar lokasi wisata Parit Nenas. Untuk itu pihak Pemerintah Kota Pontianak akan menetapkan Garis Sempadan Sungai atau GSS yang memanjang hingga 40 meter.