Destinasi Wisata Masjid Tuha Indrapuri Aceh

Destinasi Wisata Masjid Tuha Indrapuri Aceh

Masjid Tuha Indrapuri merupakan salah satu masjid bersejarah di Provinsi Aceh. Masjid Tuha berada di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Masjid Tuha Indrapuri terletak tak jauh dari pasar Indrapuri, sekitar 24 kilometer dari Banda Aceh. Masjid ini telah mencatat bahwa Islam telah lama menjadi agama masyarakat Aceh.

Menurut cerita sejarah, masjid ini awalnya merupakan candi yang didirikan orang-orang Hindu di Aceh, kemudian dihancurkan setelah masuk dan berkembangnya agama Islam. Di atas reruntuhan candi tersebut, selanjutnya dibangun masjid yang diberi nama Masjid Indrapuri oleh Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1607-1636. Masjid kuno dengan atap berbentuk segitiga ini berdiri kokoh meski sudah berusia ratusan tahun. Bangunan dan arsitekturnya bergaya tradisional.

Masjid Tuha Indrapuri dibangun dengan desain khas bangunan kuno dengan bangunan utama di tempat yang tinggi dan dikelilingi courtyard yang luas dan bertembok di sekelilingnya. Ada dua tangga masuk yaitu di sisi timur dan sisi utara. Posisi pintu masuk ini sama dengan Masjid Nabawi sebelum mengalami perluasan pada masa Khalifah Utsman. Lalu di kanan depan ada ruang muazin dengan lantai azan yang tinggi (struktur kayu).

Perkiraan sementara, bangunan ini adalah peninggalan kerajaan Poli/ Puri yang kemudian disebut dengan kerajaan Lamuri. Saat memasuki masjid ini, langsung tersaji pemandangan Masjid Tuha lengkap dengan atap bersusun tiga dengan ukuran makin mengecil ke atas. Di halaman masjid yang sudah di lantai, pada tingkat pertamanya tersaji kolam, yang sekarang digunakan untuk cuci kaki oleh para pengunjung yang solat di sana.

Saat ini, masjid tersebut masih ada dalam bentuk bangunan tradisional yang tetap dilestarikan serta difungsikan sebagai tempat ibadah. Ukiran dan arsitektur masjid tergolong unik. Bahan bangunan masjid adalah beton berupa campuran kapur dan karang laut yang ditumbuk, digunakan untuk merekatkan batu gunung. Bangunan utama berstruktur kayu dengan dinding beton pancung. Mihrab dan mimbar juga sangat khas. Mimbar memiliki tiga anak tangga, persis seperti mimbar di Masjid Nabawi pada masa Nabi.