Destinasi Wisata Pulau Nikoi Kepulauan Riau

Destinasi Wisata Pulau Nikoi Kepulauan Riau

Meski jarang didengar, pulau ini dinobatkan menjadi The Best Private Island 2016. Penghargaan itu diberikan majalah Conde Nast Traveller, media pariwisata global yang terkemuka. Kedahsyatan panorama dan keindahan alam, fasilitas, dan pelayanannya, dianggap sukses mengalahkan Pulau Amanpulo di Filipina, Turtle Island Fiji, hingga Pulau di Danau Malaren Swedia. Uniknya, di dalam Pulau Nikoi ini sama sekali tidak ada kendaraan bermotor, jadi sudah dapat dipastikan bahwa udara di pulau ini sangat bersih karena terbebas dari polusi udara.

Dengan dikelilingi oleh pantai berpasir putih serta karang koral dengan warna-warni yang spektakuler, pulau ini juga memiliki keanekaragaman hayati yang kaya. Laut luas membentang di segala sisinya, airnya biru. Belum lagi hiasan batu-batu besar berwarna putih tinggi menjulang. Tidak hanya dari segi pantai dan pasir putihnya saja, Pulau Nikoi mempunyai landcape pemandangan hutan hujan hijau yang sangat subur dan juga memiliki pepohonan Banyan asli yang menjadi tempat berlindung untuk habitat bebarapa burung lokal.

Ada berbagai flora dan fauna asli yang masih dapat Anda jumpai di pulau ini dan jika beruntung, Anda dapat bertemu dengan binatang-binatang yang lucu dan menarik seperti penyu atau bahkan banyi penyu yang baru menetas dan merangkak dari pantai menuju lautan. Di pulau ini juga Anda dapat menikmati makanan di ruang makan yang beralaskan pasir pantai alami. Setelah itu Anda juga dapat bersantai di pinggir pantai sambil menunggu kemudian menikmati matahari terbenam yang cantik.

Di Pulau Nikoi, tidak ada penduduk yang tinggal di dalamnya. Maklum, pulau ini memang hanya diperuntukkan untuk wisatawan. Pengelola menyediakan kamar berbentuk vila panggung terbuat dari kayu beratap rumbia menjadikannya sangat asri dan alami. Meski dibuka untuk umum, tapi tidak mudah masuk ke pulau ini. Pengelola hanya memberikan kesempatan kepada 42 wisatawan dalam sehari. Itu pun jika tidak ada booking-an khusus dari wisatawan lain.

Konsumsi energi di Pulau Nikoi sangat irit. Semuanya ramah lingkungan. Tidak ada televisi dan AC di dalam kamar. Listrik pun hanya menggunakan genset. Penerangan untuk jalan-jalan lampu colok. Bahan makanan hampir seluruhnya merupakan lokal, dengan tujuan mengurangi jejak karbon.

Sekadar gambaran, untuk satu kamar tidur vila di Pulau Nikoi untuk dua orang di hari kerja, hanya dikenakan biaya 375$ Amerika atau sekitar Rp 5.000.000. Sementara untuk akhir pekan, charge harganya hanya 500$ Amerika atau sekitar Rp 6.500.000. Untuk dapat sampai di Pulau ini, Anda dapat mengaksesnya dari kota Tanjungpinang, ibukota Kepulauan Riau dengan menggunakan kendaraan berupa speedboat dengan menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit.