Informasi Pasar Apung di Lok Baintan

Wisata Di Pasar Apung Lok Baintan

Lokasi pasar terapung Lok Baintan di jadikan oleh pemerintah kabupaten banjar sebagai objek wisata nasional yang akan selalu dipromosikan ke berbagai daerah di tanah air dan mancanegera.

Bupati Banjar Ir Khairul Saleh kepada ANTARA di Banjarmasin, Kamis mengakui adanya keinginan tersebut, mengingat potensi pasar terapung untuk menjadi objek pariwisataan nasional begitu besar.

Masalanya kegiatan pasar terapung tersebut, termasuk unik dibandingkan objek wisata yang lain, seperti pasar terapung Desa Kuin Sungai Barito Banjarmasin yang sudah begitu dikenal luas.

Kelebihan pasar terapung Lok Baintan dibandingkan pasar terapung di Banjarmasin, adalah lama kegiatannya lebih panjang, kalau di Banjarmasin hanya sampai pukul 08:00 Wita sementara di Lok Baintan sampai pukul 10:00 Wita.

Kelebihan lain konsentrasi para pedagang dan pembeli di atas sungai yang menggunakan sarana jukung (sampan) di Lok Baintan di satu tempat, sementara di Banjarmasin terbagi dua dan agak terpencar.

Melihat waktu kegiatan pasar terapung Lok Baintan ini lebih panjang maka berpeluang lebih besar pula menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi, tinggal bagaimana pemerintah beserta mayarakat bisa mempromosikan keberadaan objek tersebut.

Untuk memudahkan akses ke objek wisata sungai Kabupaten Banjar tersebut, pihak Pemkab setempat akan membangunkan jalan darat hingga sampai ke lokasi objek wisata itu.

Dengan adanya jalan darat itu maka mudahkan pengunjung baik dari kota Banjarmasin ibukota propinsi, maupun dari Martapura ibukota kabupaten setempat, sebab selama ini ke arah objek ini hanya bisa dilewati melalui jalur sungai saja, tambahnya.

Selain jalan juga akan dibangunkan fasilitas lain seperti dermaga, tetapi pembangunan dermaga tersebut akan memperoleh bantuan dana dari Pemerintah Propinsi.

Ketika ditanya mengenai dunia kepariwisataan Kabupaten Banjar, ia menyebutkan memang sudah cukup berkembang, tetapi hanya pada dua objek seperti kepariwisataan keagamaan, yaitu ziarah ke makam ulama besar, Syech Muhamad Arsyad Al Banjari, desa Kelampaian, serta objek wisata belanta batu permata kota intan Martapura.

Kedua objek wisata yang sudah begitu dikenal tersebut akan dipelihara sebaik-baiknya disamping diusahakan untuk lebih ditingkatkan lagi dimasa-masa mendatang.

Khususnya wisata perbelanjaan batu permata akan diperluas lokasinya dan diperbanyak koleksi batu permata yang dijual di pusat perbelanjaan tersebut.

Berdasarkan informasi, kota Martapura sudah begitu dikenal luas sebagai lokasi transaksi batu permata, khususnya permata intan sehingga banyak pedagang dan pembeli dari berbagai kota di tanah air serta dari mancanegara yang “berburu” intan asli hasil pendulangan daerah setempat, konon berlian asal setempat lebih bening dan berkualitas tinggi