Informasi Sejarah Keraton Surakarta

Informasi Sejarah Keraton Surakarta

Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu kerajaan yang berada di Pulau Jawa. Dengan Raja pertamanya adalah Paku Buwana II dengan nama asli Raden Mas Prabasuyasa putra dari Amangkurat IV degan Ratu Amangkurat, yang merupakan raja terakhir dari Kasunanan Kartasura yang memerintah sejak 1726-1742. Paku Buwana II sendiri menjadi raja Surakarta sejak tahun 1745 sampai 1749.

Informasi yang diterima Direktori Wisata di lokasi, meski Sala pada waktu itu berkontur rendah dan penuh rawa-rawa, namun lokasi ini dipilih sebagai lokasi keraton baru untuk mengalahkan Desa Kadipala dan Desa Sanasewu. Butuh dua tahun untuk mempersiapkan hingga pada 17 Febuari 1745 Keraton Kartasura pun pindah ke Sala dan diberi nama Keraton Surakarta Hadiningrat. Warna biru putih pada Keraton Surakarta Hadiningrat muncul pada masa Susuhan Paku Buwana X yang bertahta pada tahun 1893 sampai 1939.

Kemegahan dari bangunan arsitektur Keraton Surakarta Hadiningrat tidak dapat terlepas dari sebuah nilai unsur budaya dan tradisi lokal Jawa yang memiliki nilai catatan sejarah dengan nilai magis dan spiritualnya.Kontruksi bangunan yang mengggunakan bahan kayu jati yang diperoleh dari Alas Kethu yang berada di dekat Kota Wonogiri ini terlihat kokoh berdiri hingga saat ini.

Pada masanya, bangunan Sanggabuwana ini merupakan bangunan tertinggi di Surakarta. Terdiri atas lima lantai yang konon menurut informasi memiliki ketinggian 36 meter. Bangunan Sanggabuana yang berada di Keraton Surakarta Hadiningrat dibangun pada masa Paku Buwana III pada tahun 1708 (tahun Jawa) atau 1782 M dan dikerjakan oleh Ki Baturatna sebagai tukang batunya dan Kyai Nayawreksi sebagai tukang kayunya.