Informasi Wisata di Danau Belibis Jambi

Informasi Wisata di Danau Belibis Jambi

Lokasi danau dari Kota Sungai Penuh berjarak kurang lebih sekitar 43 kilometer, dan jika wisatawan hendak berkunjung maka harus menempuh perjalanan selama satu hingga satu setengah jam. Sedangkan rute yang bisa dilalui, wisatawan bisa melewati Desa Gunung Labu, Desa Kebun Baru atau Desa Giri Mulyo.

Sebenarnya, wisatawan bisa berkunjung ke lokasi danau dengan menggunakan angkutan umum. Namun disarankan agar wisatawan lebih baik menggunakan kendaraan pribadi, mengingat sulitnya mencari angkutan umum di daerah ini. Selain itu akses jalan menuju danau pun belum memadai, jadi wisatawan harus melanjutkan perjalanan dengan trekking melewati hutan dan perkebunan milik masyarakat setempat.

Menurut sejarah, danau ini tergolong sebagai danau tektonik yang tercipta dari aktivitas Gunung Kerinci pada masa lampau. Lokasi Danau Belibis ini juga masih termasuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat. Bagi wisatawan yang pernah mendaki Gunung Kerinci, keindahan danau pun bisa terlihat dengan jelas dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini.

Tak hanya keindahannya saja, pesona danau pun semakin mengundang rasa penasaran dengan kisah-kisah misteri yang meliputinya. Masyarakat setempat pun menganggap danau ini tak hanya sekedar danau, tetapi juga menjadi bagian sejarah di tanah Kerinci. Ada sebuah cerita yang menyebutkan, bahwa belibis-belibis disekitar danau merupakan perwujudan dari orang-orang yang pernah berkunjung dan tak pernah kembali lagi.

Memang kisah ini cukup menyeramkan, bahkan banyak masyarakat yang percaya tentang kisah tersebut sehingga tak berani berkunjung ke danau. Menurut masyarakat sekitar, kisah ini terjadi sebelum pembukaan lahan perkebunan teh yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Selain itu masih banyak versi cerita lain, yang akan membuat bulu kuduk merinding.

Namun sungguh disayangkan, fasilitas di Danau Belibis ini sangatlah minim. Travellers tidak akan menjumpai fasilitas seperti tempat parkir, kamar mandi, atau pun mushola. Lokasinya yang cukup jauh dari pemukiman warga pun akan menyulitkan wisatawan. Akses jalan yang menuju ke danau pun hanya berupa jalan setapak, yang tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Yang justru sangat disayangkan, kini kondisi hutan yang berdekatan dengan pintu masuk danau berubah menjadi ladang-ladang pertanian. Hal ini pun berimbas dengan minimnya sumber air, karena daerah resapan air yang mulai berkurang. Populasi hewan yang ada disekitarnya pun kini dikabarkan juga mengalami penurunan, tidak bisa dijumpai lagi hewan liar yang biasa minum disekitar danau.