Informasi Wisata di Desa Gedong Bangka

Informasi Wisata di Desa Gedong Bangka

Desa tua ini berada di Kelurahan Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Desa Gedong adalah perkampungan pecinan tertua di Bangka yang ada sejak abad 18. Kabarnya, penduduk penghuni desa ini adalah keturunan dari China daratan (Tionghoa Hakka) yang didatangkan ke Bangka oleh kolonial Belanda untuk dipekerjakan sebagai penambang timah.

Provinsi Guangdong disebut-sebut sebagai daerah asal mereka sebab konon warga Guangdong memang terkenal sebagai penambang handal. Desa sederhana yang dinobatkan sebagai desa wisata tahun 2000 ini dihuni kira-kira 300 jiwa. Menempati lahan seluas 2,5 ha, suasana di desa ini terkesan sepi, tenang, dan bahkan mungkin mengingatkan pada suasana film lama.

Kesan desa tua terekam jelas pada bangunan-bangunan rumah bergaya arsitektur China. Sebelumnya, sebuah tugu sederhana terbuat dari rangka besi akan menyambut wisatawan. Rumah-rumah antik yang masih dihuni dan kokoh berdiri itu sebagian besar terbuat dari kayu, beratapkan genting.

Uniknya, beberapa rumah nyaris belum mengalami perubahan berarti. Bahkan konstruksi beberapa rumah masih menggunakan pasak dan bukannya paku. Ada tujuh rumah yang masih mempertahankan keasliannya sejak pertama kali dibangun. Usianya diperkirakan lebih dari 100 tahun.

Tak Ada Listrik

Berjarak sekitar dua jam perjalanan darat dari Kota Pangkalpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Desa Gedong adalah sebuah desa yang belum terjamah listrik. Penduduk menggunakan genset untuk memasok kebutuhan listrik mereka. Ini ironis mengingat Belinyu adalah kawasan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara pada zaman kolonial. Awal abad 18, Belanda membangun PLTU Mantang di Belinyu untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam aktivitas penambangan timah.

Desa Gedong berjarak 14 km dari Kota Belinyu, 53 km dari Kota Sungailiat dan 90 km di sebelah utara Kota Pangkalpinang, ibu kota provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Kekhasan arsitektur rumah dan bangunan bergaya etnik China berusia ratusan tahun adalah daya tarik utama. Kesan antik dan klasik begitu kental di kampung kecil yang tenang ini.

Ornamen Tionghoa, kaligrafi Han Zi, tempat pemujaan di depan rumah, serta tiga kelenteng pelindung desa juga menjadi ciri khas desa ini. Beberapa rumah dihiasi ornamen khusus khas Tionghoa. Begitu pula dengan bangunan kelenteng yang penuh dengan hiasan Tionghoa dan berwarna merah mencolok.

Meskipun demikian, terdapat beberapa bangunan lain yang sudah agak modern. Beberapa diantaranya dibangun pada 1950-an, dan ada pula yang dibangun 1990-an dan bertembok beton.

Selain menikmati bangunan-bangunan tua, mengamati kehidupan masyarakatnya juga kegiatan yang menarik. Penduduk Desa Gedong masih memegang teguh adat istiadat keturunan Tionghoa. Sehari-hari, sebagian besar warga masih menggunakan bahasa China untuk bercakap-cakap sehingga tak banyak yang bisa berbahasa Bangka, apalagi bahasa Indonesia dengan fasih.

Alih Profesi

Sejak runtuhnya masa kejayaan timah di Bangka, para penduduk Desa Gedong banyak yang beralih profesi menjadi petani, nelayan, pedagang, atau pengusaha oleh-oleh khas bangka kerupuk kemplang. Kemplang yang diproduksi di desa ini terkenal sebagai salah satu di Bangka yang paling enak. Anda bisa melihat deretan adonan kemplang dijemur di halaman rumah penduduk.

Anda dapat membeli kemplang siap makan atau yang masih mentah. Selain kemplang, terdapat pula otak-otak ikan, pempek, getas, dan sambal khas Bangka yang dapat dijadikan oleh-oleh