Informasi Wisata di Goa Gajah Bali

Informasi Wisata di Goa Gajah Bali

Mengenai objek wisata, pulau bali memang tidak pernah kehabisan bahan cerita. Jika selama ini bali terkenal dengan wisata pantai nya yang cantik, mempesona, ramai dan berombak besar, ternyata ada sisi lain dari wisata Bali. Sisi itu adalah wisata lokasi sejarah. Walau memang lokasi sejarah untuk wisata di bali tidak sebanyak dan se-kolosal daerah jawa tengah dan Yogya, namun lokasi wisata sejarah di bali tidak kalah menarik.

Faktor utama yang membedakan wisata lokasi bersejarah di bali dengan di jawa adalah lokasi-lokasi wisata sejarah di bali adalah situs yang hidup. Situs sejarah yang masih berfungsi seperti waktu situs itu dibuat 1000 tahun lalu. Ini tentu memberikan pengalaman yang berbeda dengan mengunjungi situs yang telah mati di jawa.

Goa gajah masuk dalam kategori ini. Sebuah situs candi kuno yang didirikan lebih dari 1000 tahun lalu dan berfungsi sebagai tempat suci umat Hindu dan Budha. Selain masih aktif, ada hal unik dari lokasi ini yang tidak dimiliki situs candi lain.

Pura Goa Gajah Ubud merupakan salah satu dari deretan pura tertua yang ada di Pulau Bali. Tak hanya itu, Pura Goa Gajah ini juga layak untuk disebut sebagai salah satu pura dengan desain yang paling fenomenal di Pulau Dewata. Terlebih pura ini juga mempunyai nilai sejarah yang tinggi di Bali.

Dengan bentuk arsitektur yang unik itu, tidak heran kalau Pura Goa Gajah Bali pun menjadi destinasi yang berhasil menarik perhatian banyak wisatawan. Para pengunjung bisa menyusuri kompleks pura yang terdiri dari dua area utama.

Goa ini dikenal sebagai salah satu pura yang mempunyai nilai sejarah sangat tinggi di Pulau Bali. Pura Goa Gajah merupakan lokasi suci untuk umat Hindu dan Budha Bali pada masa pemerintahan Dinasti Warmadewa. Dinasti Warmadewa ini diketahui menguasai Pulau Dewata pada rentang abad 10 hingga abad 11 Masehi.

Dalam kitab lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M terdapat literatur Lwa Gajah (Lwa atau Lwah/Loh) yang berarti sungai gajah. Sungai yang terletak di depan candi yang sekarang dikenal dengan Sungai Petanu

Penemuan kembali tempat ini di zaman modern, berawal dari laporan seorang petinggi Hindia Belanda di tahun 1923 yang menyebutkan keberadaan arca Ganesha, Tri lingga serta Hariti. Oleh Pemerintah Hindia Belanda, laporan itu ditindak lanjuti dengan mendatangkan Dr. WF. Stuterhiem yang melakukan penelitian di Bali pada tahun 1925.