Informasi Wisata di Pantai Rambak Bangka

Informasi Wisata di Pantai Rambak Bangka

Tak hanya lokasi strategis, harga tiket masuk pun terbilang murah. Hanya dengan membayar Rp 3.000/orang, setiap pengunjung bisa menikmati keindahan alam Pantai Rambak sepuasnya. Pantai ini juga memiliki daya tarik tersendiri. Di kawasan ini belum berdiri bangunan perhotelan atau restoran-restoran mewah dari investasi besar.

Aktivitas belanja para pengunjung dilayani para pedagang dari warga setempat di pondok-pondok yang telah ditentukan lokasinya. Bagi para pecinta kuliner, hidangan yang tersedia seperti tekwan, jagung bakar, kelapa muda, sup buah dan aneka menu lainnya yang umumnya untuk pelepas dahaga.

Soal keindahan alam, Pantai Rambak tak perlu diragukan lagi. Para pengunjung yang datang disuguhkan dengan pemandangan yang masih alami. Pemandangan khas yang bisa ditemukan di Pantai Rambak berupa pantai pasir yang luas dengan gugusan bebatuan yang berdiri kokoh berpadu hempasan ombak laut yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan.

Perlu diingat juga, Pantai Rambak berada di garis Pantai Timur Sumatera, sehingga memiliki view matahari terbit yang sayang untuk dilewatkan. Anisa dan Silvi, merupakan pengunjung asal Kota Pangkalpinang yang terpesona dengan keindahan Pantai Rambak.

Para remaja ini datang berombongan dengan teman-temannya untuk mengisi libur jelang tahun ajaran baru. Selain menikmati suasana dengan berfoto ria, beberapa di antaranya memilih mencebur dan berenang di laut.

Jumlah pengunjung Pantai Rambak pada liburan akhir pekan bisa mencapai 1.000 orang atau meningkat dibanding hari- hari biasanya yang hanya diperkirakan sebanyak 500 pengunjung.

Pantai Rambak yang ramai pengunjung tak luput dari pantauan petugas keamanan. Petugas gabungan tersebut terdiri dari Taruna Siaga Bencana, Emas Diving Club dan pihak kepolisian yang selalu berjaga-jaga dari pos pemantauan.

Pantai yang masih asri ini mulai terusik dengan adanya aktivitas sejumlah kapal isap dan kapal keruk dari proyek penambangan timah. Aktivitas kapal tambang timah beroperasi hanya beberapa kilometer saja di depan pantai. Operasional kapal timah ini dikhawatirkan merusak terumbu karang dan membuat air laut menjadi keruh. Namun hingga saat ini belum ada langkah tegas dari pihak terkait untuk memindahkan kapal timah ke kawasan lain.