Mengunjungi Wisata Kawah Putih Bandung

Setiap tempat wisata alam biasanya memiliki cerita sejarah yang berbeda bagaimana terbentuknya. Baik itu proses terbentuk melalui sesuatu yang bisa dijelaskan secara ilmiah maupun suatu  legenda atau mitos yang sudah sangat melekat dan dipercayai oleh masyarakat setempat.

Tempat wisata Kawah Putih Bandung pun juga tak luput dari cerita semacam itu. Buat kamu yang ingin tahu sejarah Kawah Putih Ciwidey, kamu bisa baca informasinya berikut ini.

1. Kawah Putih Terbentuk Akibat Gunung Patuha

Kawah Putih terbentuk pasca Gunung Patuha meletus dahsyat pada abad 10 dan abad 12. Kawah yang dikenal dengan Kawah Putih Ciwidey ini sebenarnya bernama Kawah Gunung Patuha.

Namun, naman Kawah Gunung Patuha tidak terlalu populer karena orang-orang justru mengenalinya dengan sebutan Kawah Putih. Kenapa begitu? Hal ini dikarenakan kawah ini memiliki air yang berwarna putih.

Gunung Patuha tidak hanya memiliki satu kawah saja yang kita kenal saat ini. Masih ada dua kawah lagi yang terletak di bagian barat. Namun, yang paling populer dan menjadi destinasi wisata alam adalah Kawah Putih.

2. Awal Mulanya Di Temukan Kawah Putih

Pada awalnya, tempat ini tidak diketahui keberadaannya oleh masyarakat setempat. Karena masyarakat menganggap kalau lokasi ini merupakan kawasan yang sangat angker setelah mereka melihat setiap burung yang terbang melewatinya pasti mati.

Hingga pada akhirnya pada tahun 1987, ada seorang ahli bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn yang datang ke kawasan Gunung Patuha untuk keperluan penelitian. Saat berhasil sampai ke puncak gunung, ia melihat sebuah danau yang memiliki air yang berwarna sedikit hijau dengan semburan lava di atasnya dan bau belerang yang sangat menyengat.

Setelah penemuan ini, Pemerintah Belanda kemudian mendirikan pabrik kapur yang diberi nama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pada saat masa penjajahan Jepang, pabrik inipun diambil alih dan berganti nama menjadi Kawah Putih Kenzanka Yokoya Ciwidey.

Sejak ditemukan oleh Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, kawasan ini pun mulai dikenal luas oleh masyarakat. Dan sejak saat itu, pemerintah mulai mengembangkan kawasan Kawah Putih Ciwidey ini sebagai tempat wisata.

3. Legenda Yang Ada Di Kawah Putih Ciwidey

Seperti yang sudah jelaskan sebelumnya, tempat wisata Kawah Putih Bandung ini tidak lepas dari cerita legenda dan mitos yang melatarbelakanginya. Konon, dulunya masyarakat setempat meyakini bahwa kawasan ini sangatlah sakral dan memiliki aura mistis yang sangat kuat.

Tak ada burung yang berani terbang di atas kawasan yang dianggap angker ini. Karena setiap burung yang terbang melintasinya pasti akan mati.

Hal ini didasari oleh kepercayaan masyarakat setempat bahwa di puncak gunung terdapat tujuh makam dari para leluhur yang setiap namanya diawali dengan sebutan Eyang. Ketujuh leluhur atau seseput tersebut adalah Eyang Rangsa Sadana, Eyang Jaga Satru, Eyang Camat, Eyang Barabak, Eyang Ngabai, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong.

Saat Dr. Franz Wilhelm Junghuhn tiba di kawasan ini, ia bertanya kepada masyarakat setempat kenapa tidak ada burung yang terbang di atasnya. Mendapat jawaban yang cenderung mistis, ia pun tak percaya begitu saja. Begitu ia berhasil menemukan kawah dengan bau belerang yang menyengat tersebut, alasan kenapa burung tidak ada yang mau terbang di atasnya pun terjawab.